Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Kapolres Samosir Bersama KPKCOKPM Tanam 620 Pohon di Perbukitan Partukko Naginjang

Sabtu, 28 Maret 2026 | 19.09 WIB Last Updated 2026-03-28T12:09:06Z

Foto bersama | ist

Samosir – Komitmen menjaga kelestarian lingkungan di kawasan Danau Toba kembali ditegaskan melalui aksi nyata penanaman pohon yang digelar di perbukitan Desa Partukko Naginjang, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir, Sabtu (28/3/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 10.30 WIB ini diprakarsai oleh Yayasan Keadilan Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan Ordo Kapusin Provinsi Medan (KPKC OKPM) dalam rangka perayaan Tahun Yubileum Santo Fransiskus Assisi 2026.

Penanaman pohon tersebut melibatkan berbagai unsur penting, di antaranya Kapolres Samosir AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, S.I.K., M.H, Anggota Komisi XIII DPR RI Drs. Rapidin Simbolon, M.M, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Samosir Edison Pasaribu, S.T., M.M, serta perwakilan Kejaksaan Negeri Samosir Joannes Krisdianto Marpaung, S.Kom.

Turut hadir pula sejumlah tokoh agama, aktivis lingkungan, dan masyarakat, seperti Pastor Walden Sitanggang, OFMCap selaku Ketua Satgas KPKC, Dr. Wilmar Eliezer Simanjorang dari Pergerakan Penyelamatan Kawasan Danau Toba (PPDT), Bruder Sumitro Sihombing selaku Direktur JPIC, Pastor Guido Situmorang, serta Pastor Jupen Saragih bersama Dewan Paroki dan sekitar 70 warga setempat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan sejumlah sambutan yang menekankan pentingnya menjaga kelestarian alam sebagai tanggung jawab bersama.

Dalam sambutannya, Pastor Guido Situmorang mengajak seluruh pihak untuk meningkatkan kesadaran kolektif dalam merawat lingkungan. Ia menegaskan bahwa kerusakan hutan berdampak langsung pada ketersediaan air dan keseimbangan ekosistem, sehingga kegiatan penghijauan menjadi langkah nyata menjaga ciptaan Tuhan.

Senada dengan itu, Anggota DPR RI Rapidin Simbolon menekankan pentingnya menjaga kawasan Danau Toba sebagai aset nasional yang strategis. Ia juga menyampaikan bahwa keterlibatannya dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian pribadi terhadap lingkungan, bukan kepentingan politik.

Sementara itu, Dr. Wilmar Simanjorang mengingatkan bahwa hutan memiliki fungsi vital sebagai penyangga kehidupan, sehingga diperlukan langkah preventif untuk mencegah kerusakan yang berdampak pada generasi mendatang.

Ketua Satgas KPKC, Pastor Walden Sitanggang, OFMCap, menyampaikan bahwa program penanaman pohon ini merupakan bagian dari upaya pemulihan lahan kritis sekaligus komitmen berkelanjutan dalam menjaga harmoni antara manusia dan alam.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Samosir, Edison Pasaribu, juga menegaskan pentingnya rehabilitasi lahan kritis secara berkelanjutan, khususnya di wilayah tangkapan air seperti Partukko Naginjang. Ia mengajak seluruh elemen untuk berkolaborasi dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

Menutup rangkaian sambutan, Kapolres Samosir AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan menegaskan dukungan penuh Polri terhadap program pelestarian lingkungan. Ia juga menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban serta memastikan keberlanjutan dari pohon-pohon yang telah ditanam.

“Kami siap mendukung dan mengawal program penghijauan ini sebagai bagian dari upaya mencegah potensi bencana alam serta menjaga keberlangsungan hidup masyarakat,” ujarnya.

Sebagai simbol dimulainya aksi penghijauan, dilakukan penyerahan dan penanaman pohon secara bersama-sama oleh para tamu undangan.

Sebanyak 620 batang pohon ditanam dalam kegiatan ini, terdiri dari 300 pohon kemenyan, 20 pohon beringin, 100 pohon mahoni, 150 pohon jengkol, dan 50 pohon durian.

Kegiatan yang berakhir pada pukul 12.45 WIB ini berlangsung dalam situasi aman dan kondusif, sekaligus menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan di kawasan Danau Toba. (*)