Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Festival Tao Toba Joujou 2026 Bikin Transaksi Digital Tembus 6 Miliar

Minggu, 09 Agustus 2026 | 12.43 WIB Last Updated 2026-08-09T05:43:06Z

Festival Tao Toba Joujou 2026 Bikin Transaksi Digital Tembus 6 Miliar

Festival Tao Toba Joujou tahun 2026 di Kabupaten Samosir sukses. Tidak sekadar menghadirkan kemeriahan seni dan budaya, penyelenggaraan festival yang digelar Bank Indonesia Sibolga tersebut mencatat capaian signifikan dalam penguatan ekonomi masyarakat. Selama pelaksanaan festival, transaksi digital tercatat menembus Rp.6 miliar lebih, atau meningkat sekitar tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Capaian itu disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga, Riza putra, dalam closing ceremony Festival Tao Toba Joujou 2026 di Segmen V Water Front City Pangururan, 08/08/2026.

Tingginya transaksi tersebut menjadi salah satu indikator bahwa festival mampu menciptakan ruang ekonomi yang nyata bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). 

"Dan yang sangat menggembirakan, total transaksi mencapai Rp.6 miliar lebih. Jumlah ini hampir tiga kali lipat dari tahun lalu. Terima kasih kepada seluruh pengunjung yang telah bertransaksi. Sesuai dengan tujuan pokok kami, bahwa kami ingin mendorong UMKM yang ada di wilayah kerja, khususnya Samosir, untuk terus maju," kata Riza.

Sebanyak 85 UMKM turut dilibatkan dalam Festival Tao Toba Joujou 2026. Peningkatan transaksi tersebut menunjukkan bahwa festival tidak berhenti sebagai panggung hiburan dan promosi budaya, tetapi telah berkembang menjadi ruang temu antara pelaku usaha dengan pasar, sekaligus mendorong masyarakat untuk bertransaksi secara digital.

Riza juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Samosir dan seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan terhadap seluruh rangkaian kegiatan. Apresiasi turut disampaikan kepada perbankan yang berperan dalam mendukung business matching serta pembentukan Tim Percepatan Ekspor Kabupaten Samosir.

"Kami menilai acara ini sukses terselenggara. Besok seluruh rangkaian kegiatan akan ditutup dengan Samosir Run," katanya.

Penutupan festival ditandai dengan pengguntingan benang terakhir tenunan ulos. Prosesi tersebut menjadi simbol bahwa ulos tidak sekadar warisan budaya masa lalu, tetapi harus tetap hidup, dirawat dan dikembangkan sebagai bagian dari identitas masyarakat sekaligus memiliki nilai ekonomi bagi para perajinnya. 

Pesan tersebut sejalan dengan semangat Festival Tao Toba Joujou yang sejak pertama kali diselenggarakan Bank Indonesia Sibolga pada 2021 terus diarahkan untuk memperkuat UMKM, mendorong digitalisasi transaksi serta mendukung akselerasi destinasi pariwisata Danau Toba sebagai kawasan pariwisata super prioritas.

Dalam empat kali penyelenggaraannya di Samosir, festival ini menunjukkan bahwa budaya dan ekonomi dapat berjalan beriringan. Tradisi tidak ditempatkan sekadar sebagai tontonan, tetapi menjadi bagian dari ekosistem pariwisata dan sumber penghidupan masyarakat.

Keterlibatan sembilan kecamatan dalam parade dan Agro Budaya memperlihatkan kekayaan potensi Samosir yang tidak hanya bertumpu pada sektor pariwisata, tetapi juga pertanian, kerajinan, kuliner dan budaya.

Suasana penutupan Festival Tao Toba Joujou 2026 meriah dengan penampilan Tongam Sirait dan dilanjutkan konser puncak oleh Band Cokelat. Ribuan pengunjung tetap memadati kawasan Water Front City Pangururan hingga malam hari.

Pengunjung tidak hanya menikmati pertunjukan musik, tetapi juga berbelanja produk UMKM serta menikmati beragam kuliner yang tersedia di kawasan festival. Perputaran pengunjung tersebut sekaligus memberikan ruang ekonomi bagi pelaku usaha lokal.

Pemerintah Kabupaten Samosir menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bank Indonesia Sibolga dan seluruh stakeholder yang sudah berkolaborasi menyukseskan acara. Pemkab Samosir menilai keberhasilan festival tidak semata-mata diukur dari jumlah pengunjung atau kemeriahan acara, tetapi dari seberapa jauh kegiatan tersebut mampu meninggalkan manfaat bagi masyarakat. 

Capaian transaksi digital yang makin meningkat menjadi sinyal positif bahwa kegiatan pariwisata dan kebudayaan dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi daerah. Ketika wisatawan datang, UMKM mendapatkan pasar, ketika budaya ditampilkan, identitas daerah makin kuat dan ketika kolaborasi diperkuat, manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.